Selasa, 17 Juli 2018

Streaming MNCTV

MNCTV (sebelumnya bernama TPI) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional di Indonesia. Namanya yang sekarang dipergunakan sejak 20 Oktober 2010.
                                   MNCTV logo 2015.svg
MNCTV merupakan stasiun televisi swasta ketiga di Indonesia setelah RCTI dan SCTV. MNCTV didirikan oleh Mbak Tutut dan dulu sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung Persada.

MNCTV pernah menayangkan acara olahraga seperti F1, WWE SmackDown!, Serie A, Eredivisie, Piala AFF dan UEFA Euro 2008 (bersama RCTI dan GTV). Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, MNCTV tidak menyiarkan acara olahraga. Namun, pada tahun 2010 hingga 2013, MNCTV kembali menyiarkan acara olahraga dengan menyiarkan Liga Utama Inggris bersama GTV, dan kembali lagi menyiarkan liga tersebut untuk musim 2016–2017 bersama RCTI hingga 3 tahun ke depan.

Pada tahun 2011, MNCTV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia bersama RCTI dan GTV dan SEA Games 2011.

Pada tahun 2014, MNCTV juga menyiarkan Liga Super Indonesia bersama RCTI dan GTV.

Sejak musim 2016. MNCTV menyiarkan Liga Futsal Profesional Indonesia bersama iNews.

Jika browser anda tidak mendukung silahkan pindah server :
CHANNEL 1 - CHANNEL 2 - CHANNEL 3 - CHANNEL 4 - CHANNEL 5

Sejarah

Awal didirikan

Logo pra-siaran TPI (1 Agustus 1990)
Logo pertama TPI (23 Januari 1991-31 Desember 1997), juga digunakan sebagai logo on-air sejak tahun 1995 hingga 1997, namun sejak tahun 1998 hingga tahun 2002 hanya dipakai sebagai logo perusahaan
Logo on-air TPI (1990-1995)
TPI memperoleh izin siaran pada tanggal 1 Agustus 1990. Pada tanggal 1 Januari 1991, TPI memulai siaran percobaan selama 2 jam dari jam 08.00-10.00 WIB. TPI diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1991 di Studio 12 TVRI Senayan, Jakarta Pusat. Pada awal pendiriannya tahun 1991 TPI hanya ingin menyiarkan siaran edukatif saja. Saat itu TPI hanya mengudara 4 jam. Salah satunya dengan bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyiarkan materi pelajaran pendidikan menengah. Sejak itu TPI mengudara 4 jam, lalu sejak 1 Juni 1991 menjadi 6,5 jam. Lalu menjelang akhir 1991 sudah 8 jam.

TPI setelah pertengahan 1990-an

TPI memakai nama "Televisi Keluarga Indonesia" diperkenalkan sejak 23 Januari 1996, namun baru dipergunakan dari 1 Januari 1998 hingga 23 Januari 2002, logo ini mirip dengan CBN Family Channel.
Pada tahap awal pendiriannya, TPI berbagi saluran dengan televisi milik pemerintah, TVRI. Perlahan-lahan mereka mengurangi misi edukatif, dengan juga menyiarkan acara lain, termasuk kuis dan sinetron sebagai selingan.
TPI berpisah saluran dengan TVRI di pertengahan 90-an. Program edukasi pun tergusur, dan TPI fokus di program acara musik dangdut dan keluarga, seolah acara lain yang disebut 'makin Indonesia' dalam motto barunya seakan tenggelam oleh hingar bingar acara dangdut di TPI. Bahkan TPI sebagai kependekan dari Televisi Pendidikan Indonesia sudah tidak berlaku lagi.
Logo ketiga TPI (23 Januari 2002-26 Januari 2006)
Dalam situs web resmi TPI, disebutkan TPI adalah Televisi Paling Indonesia, sesuai dengan misi barunya, yakni menyiarkan acara-acara khas Indonesia seperti tayangan sinetron lokal dan musik dangdut. TPI pernah mendapat penghargaan karena telah bertahun-tahun menayangkan acara kuis dangdut pertama di Indonesia yaitu Kuis Dangdut yang dibawakan oleh Jaja Mihardja dan Dorce Gamalama. Pada Festival Sinetron Indonesia 1997, serial "Mat Angin" (Deddy Mizwar) yang ditayangkan TPI menyabet 11 penghargaan, ditambah dengan 5 penghargaan lagi tahun berikutnya dari serial yang sama. Tak lupa juga acara terfavorit di Indonesia yaitu Santapan Nusantara yang dibawakan oleh Enita Sriyana, sang pakar kuliner.
Program Kontes Dangdut Indonesia yang merupakan versi dangdut dari kontes American Idol dan Indonesian Idol merupakan salah satu program unggulan TPI pada saat itu.
Logo terakhir TPI (26 Januari 2006-20 Oktober 2010)
Sejak Oktober 2003, 75% saham TPI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki RCTI dan GTV.
Sejak 2003, TPI akhirnya mengudara selama 24 jam nonstop.

Peluncuran ulang dan pergantian nama

Logo pertama MNCTV (20 Oktober 2010-19 Mei 2015)
Sejak 20 Oktober 2010, TPI resmi berganti nama menjadi MNCTV. Perubahan ini terjadi dikarenakan TPI tidak sesuai dengan konteks tertulis pada televisi tersebut yaitu menjadi salah satu televisi yang berbau pendidikan di Indonesia, dan oleh karena itu nama TPI berubah menjadi MNCTV untuk mengubah citra TPI di mata masyarakat.

MNCTV
PT Media Nusantara Citra Televisi[1]
MNCTV logo 2015.svg
Logo MNCTV sejak 20 Mei 2015
Diluncurkan23 Januari 1991 (sebagai TPI)
20 Oktober 2010 (sebagai MNCTV)
Dimiliki olehSiti Hardijanti Rukmana (1991-1998)
Cipta Lamtoro Gung Persada (1990-2003)
Media Nusantara Citra (2003-sekarang)
SloganSebagai TPI
Cermin Dinamika Budaya Bangsa (1991-1994)
Turut Memacu Kreatifitas Bangsa (1991-1994)
Televisi Keluarga Anda (1994-1998)
Makin Asyik Aja (1997-2006)
Makin Indonesia Makin Asyik Aja (2006-2010)
Sebagai MNCTV
Selalu Di Hati (2010-sekarang)
Ekspresi Cinta (2011, versi 20 tahun MNCTV)
Persembahan Cinta (2013 dan 2014, versi 22 dan 23 tahun MNCTV)
Kilau Raya (2015, 2016 dan 2017, versi 24, 25 dan 26 tahun MNCTV)
Kantor pusatMNC Studios, Jl. Raya Perjuangan No. 1, Kebon Jeruk, Jakarta, Indonesia
Sebelumnya bernamaTPI (tahun 1991-2010, dengan nama perusahaan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia)
Kanal saudariTVRI (1991-1997)
RCTI (2003-sekarang)
GTV (2005-sekarang)
iNews (2008-sekarang)
Situs webwww.mnctv.com
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Ambon48 UHF
Amuntai22 UHF
Balikpapan58 UHF
Banda Aceh34 UHF
Bandar Lampung24 UHF
Bandung62 UHF
Banjarmasin36 UHF
Batam41 UHF
Bengkulu40 UHF
Cirebon44 UHF
Denpasar33 UHF
Garut28 UHF
Gorontalo62 UHF
Jakarta37 UHF
Jayapura55 UHF
Jember-- UHF
Kediri59 UHF
Kendari38 UHF
Kuala Tungkal42 UHF
Madiun38 UHF
Satelit
Palapa DMPEG-2
Freq : 4186 MHz
Polaritas : Vertikal
Symbol Rate : 8800 Ksps
Video PID :1311
Audio PID :1321
PCR PID : 1311
MPEG-4
Freq : 3774 MHz
Polaritas : Horizontal
Symbol Rate : 6500 Ksps
Video PID :1310
Audio PID :1320
PCR PID : 1310
MNC Vision82
Transvision151
Kabel
MNC Play82

Streaming RCTI

RCTI (singkatan dari Rajawali Citra Televisi Indonesia) adalah stasiun televisi swasta Indonesia pertama. Pada awalnya didirikan sebagai perusahaan joint venture dengan kepemilikan saat itu adalah Bimantara Citra (69,82%) dan Rajawali Wirabhakti Utama (30,18%)[1]. RCTI pertama mengudara pada 13 November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989. Pemerintah mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tetapi baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991. Pada 2004 RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia. Sejak Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki GTV dan MNCTV. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Eropa, Euro 2008 bersama GTV dan MNCTV.
                                    RCTI logo 2015.svg
Pada tahun 2010, RCTI memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, bersama GTV.

Jika browser anda tidak mendukung silahkan pindah server :
CHANNEL 1 - CHANNEL 2 - CHANNEL 3 - CHANNEL 4 - CHANNEL 5

Sejarah

Izin siaran

RCTI menerima izin siaran pada 1 Januari 1987 di Jakarta dan sekitarnya dengan dekoder. RCTI berdiri pada 21 Agustus 1987 di Jakarta dan dibangun di atas tanah seluas 10 Hektar. Pada 13 November 1988, RCTI melakukan siaran percobaan pertama kali, selama 4 jam sehari dengan dekoder.

Televisi berlangganan

Logo pertama RCTI (versi non-korporat atau komersil) (1988-24 Agustus 2000)
Logo pertama RCTI (versi korporat) (1991-24 Agustus 2000)
Bermula dari Jl. Raya Pejuangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, RCTI memulai siarannya secara komersial pada 24 Agustus 1989 yang mencakup wilayah Jabodetabek, di mana pada saat itu siaran RCTI diterima secara terbatas untuk pelanggan yang memiliki dekoder di wilayah Jabodetabek. Meskipun bersiaran lokal di Jakarta, namun ternyata status RCTI pada saat itu adalah televisi berlangganan, bukan televisi lokal. Meski pada saat itu RCTI masih berstatus televisi berlangganan di Jakarta, RCTI sempat menayangkan iklan-iklan bermerek. Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 24 Agustus 1990, RCTI melakukan siaran terestrial ke seluruh Indonesia. Pada saat awal siaran, RCTI hanya menayangkan acara-acara luar negeri karena modalnya lebih murah jika dibandingkan dengan memproduksi sendiri yang biayanya jauh lebih mahal.

Televisi terestrial

Versi lain dari logo pertama RCTI, digunakan di layar kaca televisi serta station ID (1993-24 Agustus 2000)
Karena setiap hari pelanggan dekoder RCTI semakin bertambah di wilayah Jabodetabek, maka pada 1 Agustus 1990, RCTI melakukan pelepasan dekoder. Lalu bertepatan dengan ulang tahun RCTI ke-1, tepatnya tanggal 24 Agustus 1990, pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI beroperasi secara terestrial sebagai siaran gratis dan pada saat itu pula, PT Bimantara Citra Tbk mendirikan SCTV sebagai stasiun televisi swasta kedua di Indonesia yang pada saat itu berstatus televisi lokal di Surabaya untuk merelay acara-acara RCTI di Surabaya. Baru pada tahun 1991, RCTI merealisasikan hal itu setelah RCTI meluaskan                                                                     siarannya ke Bandung pada 1 Mei 1991.
Versi lain dari logo kedua RCTI, digunakan di layar kaca televisi (24 Agustus 2000-2005) serta station ID (24 Agustus 2000-24 Agustus 2004)
Logo kedua RCTI (24 Agustus 2000-19 Mei 2015)
Bertepatan dengan ulang tahun ke-4, tepatnya tanggal 24 Agustus 1993, RCTI melakukan siarannya secara nasional. Menginjak usia ke-11, tepatnya tanggal 24 Agustus 2000, RCTI resmi berganti logo baru yang menggambarkan penampilan dan semangat baru serta penempatan logo diubah dari posisi semula di pojok kanan atas menjadi di pojok kiri atas. Hingga awal tahun 2001, RCTI memiliki 47 stasiun transmisi di seluruh Indonesia. Sejak 1 Januari 2003, RCTI mengudara selama 24 jam nonstop.
RCTI
RCTI logo 2015.svg
Logo RCTI sejak 20 Mei 2015
Situs webwww.rcti.tv
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Ambon12 VHF
Balikpapan30 UHF
Banda Aceh28 UHF
Bandar Lampung32 UHF
Bandung50 UHF
Banjarmasin30 UHF
Batam43 UHF
Batu Sangkar31 UHF
Bengkulu30 UHF
Bukittinggi58 UHF
Cirebon38 UHF
Denpasar35 UHF
Garut34 UHF
Gorontalo58 UHF
Jakarta43 UHF
Jambi33 UHF
Jayapura24 UHF
Jember58 UHF
Kediri57 UHF
Kendari26 UHF
Satelit
Palapa D3934/H/7200 (MPEG-4)
4186/V/8800 (MPEG-2)
MNC Vision
80 (SD)
430 (HD)
TransVision808
MNC Play80




Streaming TRANS TV

Trans TV adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Trans Media. Dengan moto Milik Kita Bersama, konsep tayang stasiun ini tidak banyak berbeda dengan stasiun swasta lainnya. Trans TV adalah anak perusahaan dari Trans Media. Kantor pusat stasiun ini berada di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan. Direktur Utama Trans TV saat ini adalah Atiek Nur Wahyuni yang juga merupakan Direktur Utama Trans7.

Pada tahun 2017, Trans TV memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Piala Dunia 2018 Rusia, bersama Trans7 dan Transvision.
-
 -
Jika browser anda tidak mendukung silahkan pindah server :
CHANNEL 1 - CHANNEL 2 - CHANNEL 3 - CHANNEL 4 - CHANNEL 5
Trans TV memperoleh izin siaran pada tanggal 1 Agustus 1998. Trans TV mulai resmi disiarkan pada 10 November 2001 namun masih terhitung siaran percobaan, Trans TV sudah membangun Stasiun Relai TV-nya di Jakarta dan Bandung. Siaran percobaan dimulai dari seorang presenter yang menyapa pemirsa pukul 17.51 WIB. Trans TV kemudian pertama mengudara dan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri sejak tanggal 15 Desember 2001 sekitar pukul 19.00 WIB, Trans TV memulai siaran secara resmi.


Logo ini adalah penyegaran dari logo pertama dan logo kedua, dipakai dari 15 Desember 2005 hingga 15 Desember 2013
Trans Media, sebagai media terdepan di Indonesia yang selalu konsisten menghadirkan karya penuh inovasi dan menjadi trendsetter untuk Indonesia lebih baik telah memiliki identitas baru.
Minggu, 15 Desember 2013 Trans TV meluncurkan logo baru bersamaan dengan ulang tahun Trans Media yang ke-12. Logo dengan simbol "Diamond A" ditengah kata Trans TV merefleksikan kekuatan dan semangat baru yang memberikan inspirasi bagi semua orang didalamnya untuk menghasilkan karya yang gemilang, diversifikasi konten atau keunikan tersendiri serta kepemimpinan yang kuat.
Masing-masing warna dalam logo ini memiliki makna dan filosofi. Warna kuning sebagai cerminan warna keemasan pasir pantai yang berbinar dan hasil alam nusantara sekaligus melambangkan optimisme masyarakat Indonesia. Sedangkan rangkaian warna hijau menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang hijau dan subur, serta memiliki ketangguhan sejarah bangsa. Warna biru melambangkan luasnya cakrawala dan laut biru sekaligus menggambarkan kekuatan generasi muda bangsa Indonesia yang handal dan memiliki harapan tinggi. Yang terakhir adalah rangkaian warna ungu, menggambarkan keagungan dan kecantikan budaya dan seni bangsa Indonesia yang selalu dipuja dan dihargai sepanjang masa.
Semua rangkaian warna yang mengandung makna cerita didalamnya, menyatu dengan serasi dan membentuk simbol yang utuh, kuat dan bercahaya di dalam berlian berbentuk A ini. Sehingga bisa dipahami makna dari logo baru Trans TV ini menjadi tanda yang menyuarakan sebuah semangat dan perjuangan untuk mencapai keunggulan yang tiada banding mulai dari sekarang hingga masa mendatang.

Situs webwww.transtv.co.id
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Ambon34 UHF
Balikpapan24 UHF
Banda Aceh30 UHF
Bandar Lampung26 UHF
Bandung42 UHF
Banjarmasin32 UHF
Batam45 UHF
Bengkulu34 UHF
Bukittinggi60 UHF
Cirebon62 UHF
Denpasar43 UHF
Garut42 UHF
Gorontalo50 UHF
Jakarta29 UHF
Jambi29 UHF
Jayapura32 UHF
Jember40 UHF
Kediri22 UHF
Kupang52 UHF
Madiun47 UHF
Satelit
Telkom-3S3587/H/6000
MNC Vision87
TransVision145
Skynindo???
Kabel
First Media9
UseeTV Cable104 (SD)
926 (HD)
MNC Play87
IPTV
Groovia TV104

Jangkauan siaran

Saat ini, jangkauan siaran Trans TV mencakup beberapa wilayah di Indonesia, yaitu:
  • Banda Aceh – 30 UHF
  • Medan – 27 UHF
  • Padang – 29 UHF
  • Batam – 45 UHF
  • Pekanbaru – 24 UHF
  • Jambi – 29 UHF
  • Bengkulu – 34 UHF
  • Pangkal Pinang – 52 UHF
  • Bandar Lampung – 26 UHF
  • Jakarta – 29 UHF
  • Bogor – 29 UHF
  • Bandung – 42 UHF
  • Cirebon – 62 UHF
  • Majalengka – 62 UHF
  • Garut – 42 UHF
  • Sukabumi – 42 UHF
  • Sumedang – 62 UHF
  • Banyumas – 46 UHF
  • Pekalongan – 46 UHF
  • Purwokerto – 46 UHF
  • Semarang – 29 UHF
  • Surakarta – 24 UHF
  • Tegal – 46 UHF
  • Yogyakarta – 24 UHF
  • Jember – 40 UHF
  • Kediri – 22 UHF
  • Madiun – 47 UHF
  • Malang – 47 UHF
  • Surabaya – 22 UHF
  • Denpasar – 43 UHF
  • Mataram – 34 UHF
  • Kupang – 52 UHF
  • Banjarmasin – 32 UHF
  • Pontianak – 27 UHF
  • Palangkaraya – 45 UHF
  • Balikpapan – 24 UHF
  • Samarinda – 45 UHF
  • Tarakan – 35 UHF
  • Makassar – 45 UHF
  • Palu – 33 UHF
  • Baubau – 35 UHF
  • Kolaka – 21 UHF
  • Mamuju – 24 UHF
  • Gorontalo – 50 UHF
  • Manado – 24 UHF
  • Ambon – 34 UHF
  • Ternate – 34 UHF
  • Sorong – 34 UHF
  • Jayapura – 32 UHF
  • Bukittinggi – 60 UHF

Streaming TRANS 7

Trans7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Trans7 yang pada awalnya menggunakan nama TV7, melakukan siaran perdananya secara terestrial di Jakarta pada 23 November 2001 dan pada saat itulah mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kompas Gramedia. Pada tanggal 4 Agustus 2006, Trans Corp mengakuisisi mayoritas saham TV7. Meski sejak itulah TV7 dan Trans TV resmi bergabung, namun ternyata TV7 masih dimiliki oleh Kompas Garmedia, sampai TV7 akhirnya melakukan re-launch (peluncuran ulang) pada 15 Desember 2006 dan menggunakan nama baru, yaitu Trans7.

Pada tahun 2017, Trans7 memegang hak siar berlisensi dalam ajang Piala Dunia FIFA 2018 bersama Trans TV dan Transvision.
-
 -
Jika browser anda tidak mendukung silahkan pindah server :
CHANNEL 1 - CHANNEL 2 - CHANNEL 3 - CHANNEL 4 - CHANNEL 5

Sejarah


Logo TV7 (23 November 2001-15 Desember 2006).
Trans7 berdiri dengan nama TV7 berdasarkan izin dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000 yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Kompas Gramedia. Pada tanggal 23 November 2001 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Logo TV7 sendiri diartikan sebagai simbol dari "JO" yang merupakan singkatan dari Jakob Oetama, pemilik TV7.

TV7 dan Al Jazeera

TV7 semakin dikenal masyarakat pada triwulan pertama 2003. TV7 merelai siaran Al Jazeera secara langsung setiap harinya selama invasi Amerika Serikat ke Irak berlangsung melalui tayangan berita bertajuk "Invasi ke Irak". Langkah TV7 ini diikuti oleh ANTV yang merelai siaran stasiun televisi yang berbasis di Dubai, Al Arabiya, ihwal invasi Amerika Serikat ke Irak.
Masyarakat Indonesia secara umum menyambut baik langkah TV7 ini, terutama bagi pihak yang kurang setuju dengan "kebenaran" media Barat. Meski beredar kabar Megawati mendesak TV7 agar menghentikan relai siaran Al Jazeera, humas TV7 saat itu, Uni Lubis, membantah kabar itu. Bahkan, Uni menegaskan bahwa relai tetap diteruskan dan gangguan-gangguan dalam relai tersebut terus diatasi.

Pada 15 Desember 2006 (bertepatan dengan ulang tahun Trans Corp yang ke-5), TV7 mengubah logo dan namanya menjadi Trans7 setelah 55% sahamnya dibeli oleh Trans Media pada 4 Agustus 2006, yaitu dengan mengubah kata TV menjadi Trans. Meski perubahan ini terjadi, namanya tetap menggunakan angka 7. Sejak itu letak logonya pun diubah pula, dari posisi yang biasanya di sudut kiri atas menjadi sudut kanan atas agar letak logonya sama dengan Trans TV yang letak logonya selalu di sudut kanan atas.
Pada 15 Desember 2013 (bertepatan dengan ulang tahun ke 12 Trans Corp), Trans7 kembali mengubah logonya dengan mengubah logo "Trans" pada Trans7. Kini logo "Trans" pada Trans7 sama dengan yang digunakan Trans TV serta Trans Corp saat ini.

Menjadi Trans7


Logo pertama Trans7 (15 Desember 2006-15 Desember 2013).

Kantor Trans Media di Jakarta.
Berdasarkan kutipan dari buku yang berjudul Chairul Tanjung si Anak Singkong, pada 4 Agustus2006, Para Group melalui PT Trans Corpora resmi membeli 55% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Jakob Oetama sebagai Presiden Direktur Kompas Gramedia juga menyetujui kerjasama dengan Trans TV karena adanya kesamaan kultur yang dipegang oleh kedua belah pihak, yakni adanya kesamaan antara visi dan misinya. Proses kerjasama pun berlangsung dengan cepat yang diikuti oleh Rapat Umum Pemegang Saham pada hari yang sama.
Selain itu, melalui kerjasama dengan Trans TV. Manajemen pun secara langsung diganti. Agung Adiprasetyo yang kini ditunjuk sebagai CEO Kompas Gramedia pun ditunjuk sebagai Komisaris Trans7 hingga kini. Seiring dengan berjalannya waktu, redaksi dan kantor pun secara berangsur-angsur pindah dari Wisma Dharmala Sakti di Kawasan Soedirman, Jakarta Pusat serta di Cawang, Jakarta Timur ke Gedung Trans TV. Dengan dilaksanakannya re-launch pada tanggal 15 Desember 2006, TV7 resmi berganti nama menjadi Trans7 sekaligus menjadikan hari jadi Trans7. Semua operasional dan teknisi juga digabung dengan Trans TV sebagai upaya mengurangi biaya operasional yang mencapai Rp 15 miliar per bulan.

Kesuksesan Trans7

Berbeda dengan saat menjadi TV7, terhitung mulai 2007, keuntungan yang dicapai Trans7 telah memasuki puncaknya. Bahkan, menurut buku Chairul Tanjung si Anak Singkong pun, keuntungan Trans7 mampu mengalahkan Trans TV sebagai saudaranya sendiri. Dan, berkat keuntungannya, Trans7 menyewa gedung sendiri meski sudah bergabung dengan Trans TV.
Pertengahan tahun 2011, Trans7 memiliki gedung sendiri yang lokasinya berada di seberang gedung Trans TV. Gedung yang ditempati Trans7 itu awalnya adalah bekas gedung Sampoerna. Di gedung berlantai lima itu, terdapat studio berita dan beberapa divisi yang memang terpisah dari Trans TV. Namun untuk meja direksi dan komisioner, serta beberapa divisi menetap satu gedung dengan Trans TV karena efisiensi dan juga mobilitas.

Kantor Trans7 yang terpisah dari Gedung Trans TV

Trans Media, sebagai media terdepan di Indonesia yang selalu konsisten menghadirkan karya penuh inovasi dan menjadi trendsetter untuk Indonesia lebih baik telah memiliki identitas baru.
Minggu, 15 Desember 2013 Trans7 meluncurkan logo baru bersamaan dengan ulang tahun Trans Media yang ke-12. Logo dengan simbol "Diamond A" ditengah kata Trans7 merefleksikan kekuatan dan semangat baru yang memberikan inspirasi bagi semua orang didalamnya untuk menghasilkan karya yang gemilang, diversifikasi konten atau keunikan tersendiri serta kepemimpinan yang kuat.
Masing-masing warna dalam logo ini memiliki makna dan filosofi. Warna kuning sebagai cerminan warna keemasan pasir pantai yang berbinar dan hasil alam nusantara sekaligus melambangkan optimisme masyarakat Indonesia. Sedangkan rangkaian warna hijau menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang hijau dan subur, serta memiliki ketangguhan sejarah bangsa. Warna biru melambangkan luasnya cakrawala dan laut biru sekaligus menggambarkan kekuatan generasi muda bangsa Indonesia yang handal dan memiliki harapan tinggi. Yang terakhir adalah rangkaian warna ungu, menggambarkan keagungan dan kecantikan budaya dan seni bangsa Indonesia yang selalu dipuja dan dihargai sepanjang masa.
Semua rangkaian warna yang mengandung makna cerita didalamnya, menyatu dengan serasi dan membentuk simbol yang utuh, kuat dan bercahaya di dalam berlian berbentuk A ini. Sehingga bisa dipahami makna dari logo baru Trans7 ini menjadi tanda yang menyuarakan sebuah semangat dan perjuangan untuk mencapai keunggulan yang tiada banding mulai dari sekarang hingga masa mendatang.

Trans7
Trans 7 2013.svg
Logo Trans7 sejak 15 Desember 2013
Diluncurkan23 November 2001 (sebagai TV7)
15 Desember 2006 (sebagai Trans7)
Dimiliki olehKompas Gramedia (2001-2006)
Trans Media (2006-sekarang)
Format gambarPAL
SloganSebagai TV7
Makin Beragam, Makin Seru! (2001-2003)
Memberi Inspirasi (2003-2005)
Semakin Beragam, Semakin Menarik (2005-2006)
Sebagai Trans7
Cerdas, Tajam, Menghibur dan Membumi (2006-2008)
Aktif, Cerdas dan Menghibur (2008-sekarang)
Wilayah siaranFree-to-air/Kabel/Satelit
Indonesia
Kantor pusatGedung Trans Media, Jl. Kapten Tendean Kav 12-14 A, Mampang Prapatan, Jakarta, Indonesia
Sebelumnya bernamaTV7 (2001-2006)
Kanal saudariTrans TV (2006-sekarang)
CNN Indonesia (2014-sekarang)
Situs webwww.trans7.co.id
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Balikpapan56 UHF
Banda Aceh42 UHF
Bandung44 UHF
Banjarmasin22 UHF
Batam59 UHF
Batusangkar23 UHF
Cirebon50 UHF
Denpasar45 UHF
Garut44 UHF
Gorontalo52 UHF
Jakarta49 UHF
Jambi41 UHF
Jayapura22 UHF
Jember48 UHF
Kediri56 UHF
Kupang36 UHF
Madiun50 UHF
Makassar41 UHF
Malang49 UHF
Satelit
Telkom-3S3547/H/6000
MNC Vision110
Transvision146 (HD)
K-vision108
Kabel
First Media8
UseeTV Cable105 (SD)
925 (HD)
MNC Play110
IPTV
Groovia TV105
Media pengaliran
UseeTVTrans7

Transmisi

 Indonesia

Trans7 memiliki 35 stasiun transmisi yang mampu menjangkau lebih dari 133 juta penonton televisi di Indonesia.
  • Banda Aceh 42 UHF
  • Medan 41 UHF
  • Padang 23 UHF
  • Pekanbaru 30 UHF
  • Jambi 41 UHF
  • Palembang 22 UHF
  • Bandar Lampung 22 UHF
  • Jakarta 49 UHF
  • Bandung 44 UHF
  • Semarang 41 UHF
  • Purwokerto 23 UHF
  • Tegal 41 UHF
  • Cirebon 50 UHF
  • Garut 44 UHF
  • Sukabumi 44 UHF
  • Yogyakarta 46 UHF
  • Surakarta 46 UHF
  • Surabaya 56 UHF
  • Madiun 50 UHF
  • Kediri 56 UHF
  • Malang 49 UHF
  • Jember 48 UHF
  • Denpasar 45 UHF
  • Kupang 36 UHF
  • Pontianak 31 UHF
  • Samarinda 49 UHF
  • Banjarmasin 22 UHF
  • Balikpapan 56 UHF
  • Makassar 41 UHF
  • Manado 32 UHF
  • Palu 29 UHF
  • Jayapura 22 UHF
  • Tanah Datar 23 UHF
  • Sumedang 35 UHF
  • Gorontalo 52 UHF
  • Pangkal Pinang 58 UHF
  • Mamuju 22 UHF
  • Palangkaraya 47 UHF
  • Batam 59 UHF

Cara mudah mempercepat 1000 Subscribe Dan 4000 Jam Untuk Pemula

Hallo Youtuber..... Semoga channel anda cepat ter di ACC oleh pihak google. Sesudah ada peraturan persyaratan menghasilkan recehan dari GA harus channel memenuhi 1000 subscribe dan 4000 jam. Tayangan 4000 jam artinya 360 hari inilah sebabnya para youtuber pemula malas, ini sebenarnya sangat untung bagi kita, karena reupload berkurang dan bahkan kekuntungan bagi penjual akun gmail yang terisi channel youtube dan google adsense. jika sudah aktif bisa 10 jutaan loh harganya.





Cara cepat sangat mudah, silahkan gabung ke groub facebook ini. Sebelum gabung ke groub kamu memiliki syarat :

  1. Buatlah akun gmail abal-abal fungsinya akun baru untuk subsc4subsc.
  2. Selesai buat akun, silahkan masuk ke youtube dan buat channel dengan nama orang, jangan menggunakan angka contoh budiman212 ini salah. yang benar : Budiman Santuso DLL. karena jika ada angka bersifat spam.
  3. Akun asli untuk menampilkan channel anda sebenarnya, dan tidak melakukan subscribe. Jangan berani akun abal-abal subsc ke channel anda yang asli. ini menyebabkan tidak direstui saat mendaftar ACC 100% ditolak.
  4. silahkan masuk ke group facebook diatas.
  5. Pertanyaan ke 1 Buat akun gmail abal-abal untuk subsc4subsc, gunanya subsc permanent. jika sudah punya akun baru jawab : sudah
  6. Pertanyaan ke 2 silahkan subsc menggunakan akun gmail abal-abal channel admin : [ https://www.youtube.com/channel/UCJa3CY3sjmZCX4CWF8tOq_g ] jika sudah subsc kirim SS di PESAN fcbk admin. jika sudah jawab : sudah. Mengetahui admin kirim foto SS ke pesan.
  7. Pertanyaan ke 3 kirim link channel anda, admin subsc balik. Silahkan masukan link channel kalian.
Setelah masuk dan disetujui admin anda harus kompak, akun abal-abal untuk melakukan subsc4subsc dan jangan unsubsc.... Nanti kawan akan subsribe channel kalian bila sharre video anda... jangan lupa kasih SS biar enjoy.

Keuntungan bagi pemula maupun penjual akun


  1. Subscribe lebih cepat dan tidak ada unsubsc
  2. wiew akan berjalan jika sharre di groub kami
  3. Cepat ter ACC pihak google
  4. Penjual menjadi jutawan

Semoga tulisan dan ide diatas sangat bermanfaat... Dan dimohon akun gmail abal-abal untuk subscribe permanent.

Senin, 16 Juli 2018

Cara Membuat Tabel Dalam Postingan Di Blogger


Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan trik dan panduan tentang Cara untuk membuat tabel dalam postingan pada blogspot.

Cara Membuat Tabel Di Blog Blogger

Untuk membuat tabel di blogger kita hanya perlu beberapa kode html saja, yang nantinya akan kita gunakan dalam pembuatan tabel, berikut kode-kode html tersebut:

<table> dan </table>
<tr> dan </tr>
<td> dan </td>  


Beneran cuma itu saja kode yang di perlukan untuk membuat tabel?...

YA... cukup dengan 3 atau 6 kode tersebut saja kita bisa membuat tabel. tapi ada sedikit kode tambahan sih...

Mari kita mulai praktek. Silahkan sambil di fahami ya, soalnya kalau terlalu detail nanti artikelnya kepanjangan.

  • Membuat Tabel 2 Kolom kesamping dan 1 kolom kebawah, maka kita cukup menuliskan kode html berikut:
<table width="500" border="1">
<tr>
<td>Kolom 1 </td>
<td>Kolom 2 </td>
</tr>
</table>  


Dan Hasilnya akan terlihat seperti ini:
Kolom 1Kolom 2

Jika ingin merubahnya menjadi 3 kolom kesamping dan 1 kolom kebawah anda cukup menambahkan kode <td>Kolom Tambahan atau Kolom 3</td> saja sebelum kode </table> dan hasilnya akan terlihat seperti ini :

Kolom 1Kolom 2Kolom 3

  • Membuat Tabel 2 Kolom kesamping dan 2 kolom kebawah, maka kita cukup menuliskan kode html berikut:
<table width="500" border="1">
<tr>
<td>Kolom 1 A </td>
<td>Kolom 1 B </td>
</tr>
<tr>
<td>Kolom 2 A </td>
<td>Kolom 2 B </td>
</tr>
</table>  

Hasilnya Seperti ini:
Kolom 1 AKolom 1 B
Kolom 2 AKolom 2 B

Jika ingin merubahnya menjadi 3 kolom kesamping dan 2 kolom kebawah anda cukup menambahkan kode <td>Kolom Tambahan 1 atau 2 </td> di antara <tr> dan </tr> pertama dan kedua
Contoh:
<table width="500" border="1">
<tr>
<td>Kolom 1 A</td>
<td>Kolom 2 A</td>
<td>Kolom Tambahan 1</td>
</tr>
<tr>
<td>Kolom 1 B</td>
<td>Kolom 2 B</td>
<td>Kolom Tambahan 2 </td>
</tr>
</table>

Maka hasilya seperti ini :
Kolom 1 AKolom 2 AKolom Tambahan 1
Kolom 1 BKolom 2 BKolom Tambahan 2

  • Membuat Tabel 3 Kolom kesamping dan 3 kolom kebawah. jika ingin membuat tabel 3 kolom kesamping dan kebawah maka anda cukup menambahkan kode ini sebelum kode </table>
<tr>
<td>Kolom 3 A </td>
<td>Kolom 3 B </td>
<td>Kolom 3 C </td>
</tr>

Hasil kode htmlnya akan seperti ini :
<table width="500" border="1">
<tr>
<td>Kolom 1 A </td>
<td>Kolom 1 B </td>
<td>Kolom 1 C </td>
</tr>
<tr>
<td>Kolom 2 A </td>
<td>Kolom 2 B </td>
<td>Kolom 2 C </td>
</tr>
<tr>
<td>Kolom 3 A </td>
<td>Kolom 3 B </td>
<td>Kolom 3 C </td>
</tr>
</table>

Dan hasil tabelnya akan terlihat seperti ini :
Kolom 1 AKolom 1 BKolom 1 C
Kolom 2 AKolom 2 BKolom 2 C
Kolom 3 AKolom 3 BKolom 3 C

Keterangan :
  • Pada tulisan yang saya tulis kolom 1, kolom 1A, kolom 2, dst adalah tempat untuk memasukkan tulisan, link, atau gambar anda. Silahkan ganti sesuai keperluan. 
  • Sedangkan kode ini.
<table width="500" border="1">
  • Kode yang saya beri warna biru "500" adalah lebar tabel tersebut, anda bisa merubahnya menjadi 700px, 400px, dsb. Jika anda ingin membuat tabel selebar 700px maka anda cukup menulisnya 700 saja.
Mau Coba Praktek?...

Jika ingin mencoba bikin tabel di blog anda silahkan kopi paste saja kode yang sudah saya tuliskan di atas, terserah mau pakai yang mana.

Namun jika setelah kode tersebut anda pasang dan hasilnya tidak sama dengan contoh tabel di blog ini anda jangan heran, itu permasalahannya cuma di CSS nya saja, karena setiap template beda dan tidak semua template blogger ada CSS untuk tabel.

Solusinya yaitu dengan menambahkan kode CSS sendiri di template blog anda, anda bisa memakai kode CSS ini :
th, td {margin:0;padding: 5px; border:1px solid #ccc; text-align:center;}

Jika anda sudah faham CSS silahkan bikin kode CSS tabel sesuai selera anda.

Wah saya ga tau gimana dan di mana meletakkan CSSnya.

Untuk menambahkan CSS yang saya tuliskan di atas silahkan ke Design terus ke Edit Html, disana lah tempat persemayaman CSS blog blogger anda (Untuk bagian Edit Html ini nanti akan saya bahas secara tersendiri)

Demikian blogger tutorial mengenai Cara Membuat Tabel Ke Dalam Postingan pada Blogspot. 


Semoga bermanfaat dan semoga berhasil.
Terima Kasih ^_^